RSS

Category Archives: Notes from Sa’ad bin Abi Waqqash class

Selaksa Embun

embun bungaMentari menyapa hangat

Wajah-wajah ceria membuncah

Binar mata berkata

Para senyum berkumpul

Selaksa embun

Hati bening seketika

Menyejukan

Membahagiakan

Penawar lara

Gelak canda menggema

Anak-anakku

Sahabatku

Lebih dari bahagia

Para senyum berkumpul

;Selaksa embun

CIMG2915

Advertisements
 

Alamku

Puisi: Alamku…

DSC_5283copy

Kau sangat indah

Kulihat banyak tumbuhan segar

Kau diciptakan dengan sempurna

 

Pemandanganmu membuatku tersenyum

Burungpun berkicau dengan merdu

Sungai yang jernih

Daun kering berjatuhan

 

Kupu-kupu yang bersayap indah

Matahari yang bersinar cerah

Ku hirup udara segar

Terimakasih ya Allah

Telah memberiku alam ini

 

Buah karya: Qiqi [Kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash]

 

Sahabatku

Fania, kau teman baikku

Kau selalu menemaniku disaat suka dan duka

Oh sahabat sejatiku…

Kau selalu bermain yang lucu-lucu

Aku terkadang duduk bersamamu

Tulisannya sangat lucu, naik dan turun

Dia kalau ketawa dan senyum lucu sekali

Terimakasih ya Allah

Kau sudah memberikan sahabat yang imut

Fania itu kalau ngapa-ngapain suka aneh-aneh

Oh sahabatku tersayang..

 

Buah pena: Fafa [Kelas 3 Saad bin Abi Waqqash]

 

Si Akbar

Si Akbar, bocahnya memang mandiri. Dia itu dulu selalu duduk dengan Azka. Aku heran Kenapa Akbar suka manjat pohon. Apakah dia Tarzan? pasti itu hanya pikiranku. Dan bocah itu sangat… kemlitak, kadang-kadang dia maksa-maksa aku. Dia pernah ngga sholat ashar dan dia pernah pulang dengan bus. -Tamat-

Buah pena: Farras [Kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash]

 

Perahu Kertas Kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash

Photo0959Liburan tlah usai, saatnya kembali ke sekolah. Alhamdulillah, kelas Utsman bin Affan tlah melanjutkan perjalanan ke babak selanjutnya tanpa tersisa sedikitpun (naik kelas semua). Yang tersisa adalah aku, yang tinggal kelas. Kali ini kembali diamanahi di kelas 3. Daan, dag dig dug waktu pembagian kelas. Tarraaaa… terdamparlah di kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash. Huiiiigh, full 30 orang euy..

Aku masih percaya kata pak Munif, kesan pertama harus menggodaaa. Iyyaa, tapi mau bikin apa dan gimanaa ?_? Hiiigh mendekati temu perdana di kelas, belum nampak sepercik ide sekalipun. Hrrrrgh, otak kanan otak kanaaaaan. Daaan, haari yang ditunggu pun tiba.. semalaman memutar otak hanya ide games aja yang berhasil ku kail. [iiiih, kayak mincing aja]. Tik tok tik tok tik tok.. detik jam tangan serasa menggema ditelinga, temu perdana pun tak dapat ditunda lagi.

Percayakah engkau dengan #The power of kepepet?? Maap aje, aye salah satu pengikut aliran ini kata temen2. Fyi aja yak..Pengalaman membuktikan, juara nulis artikel aye dulu dibikin mepet batas waktu pengumpulan, beberapa jam sebelum ditutup. #ehh salah focus. Back to story. Akhirnya datang lah ide “perahu kertas” [hihiii, ngaku dah tak sengaja dengerin lagu iniih]. Dan terbesitlah ide itu. Setelah berdo’a, story morning, dhuha dan muraja’ah, istirahat sebentar, mulailah petualangan pertama di kelas baru ini. personel kelas yang diacak dari tiga kelas ini masih bikin blok asal kelas 2 yang sama.

Setelah ice breaking sebentar, aku berkata dengan lantang “kita akan berlayaar”. Dan merekapun tertegun, saling pandang, adapula yang tertawa dan beberapa nampak kebingungan dalam tanya “berlayar kemana? Dengan apa bu?”

“Kita akan berlayar dengan perahu kita, perahu yang sangat besar dan megah, perahu apa ituu?”

“Perahu apa buu?” masih dengan wajah penuh tanya.

“Nhaaah, kita akan bikin perahu kita. Dan kita semua akan berlayar dengan perahu ini. siapa yang udah pernah bikin perahu kertaaas?”

Beberapa anak bicara pada temannya, “aku bisa bikin”, “aku pernah biikin di TK” dan kelaspun riuh.

“Kali ini kita akan bikin perahu istimewa, perahu 3 Sa’ad bin abi waqqash”, kataku. Dan diperahu ini kita akan berlayar. Tugas pertama kita adalah membuat perahu, siapkan satu lembar kertas dan mulai lah membangun kapal”, lanjutku. Merekapun mulai menyiapkan kertas, dan akupun mengambil kertasku.

“Ikuti langkah-langkah bu guru”

Merekapun mulai membangun perahu kertasnya. Setelah jadi semua, tiap anak memegang perahunya masing2, aku meminta mereka menuliskan nama perahu “3 Sa’ad bin Abi Waqqash” dan menuliskan nama mereka di baliknya.

“Dan pelayaran kita akan mulai, siaaap?” setelah aba2 dari bu guru, pelayaran kita mulai dan setelah berlabuh di pulau sebelah tuliskan nama kalian hingga perahu kembali kepada pemiliknya, okaaay??”

Pelayaranpun dimulai, riuh celoteh mereka satu sama lain. Tiap aba2 perahu berlabuh tiap itu pula mereka membubuhkan namanya. Hingga perahupun kembali pada si empunya. Dan perahupun penuh dengan nama-nama all crew kelas 3 Sa’ad bin Abi Waqqash.Photo0964

Kita ini ibarat sedang di dermaga, sebentar lagi kita akan berlayar mengarungi samudra kelas 3 menuju pelabuhan yang akan kita tuju, apa ituu? Tanyaku pada anak2.. yaaak, kelas 4. Perahu ini berisi 30 penumpang, kita semua ada di dalamnya.. dan harus tetap utuh hingga sampai di pelabuhan kelas 4 ^_^  siap berlayaaar?? Siaaap..

Dan pelajaran pertama untukku pun dimulai, belajar mencintai lagi dan lagi.. mencintai dengan sederhana…. Malaikat-malaikat kecil itu mulai sekarang adalah bagian dari hidupku, [dengan] batas waktu… (-__-“)

Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at ‘alaa mahabbatik,
wal taqat ‘alaa tha’atik,
wa tawahhadat ‘alaa da’watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari’atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,
wahdiha subuulaha,
wamla’ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami’ lit-tawakkuli ‘alaik,
wa ahyiha bi ma’rifatik,
wa amitha ‘alaa syahaadati fii sabiilik…
Innaka ni’mal maula wa ni’man nashiir.

Photo0957

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berjanji untuk setia membela syari’at-Mu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Allah, kekalkanlah kasih sayangnya,
tunjukkan jalannya dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tiada pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu dan matikanlah dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Aamiin.

 Crew 3 Sa’ad bin Abi Waqqas SDIT Alam Harum Purbalingga

~Azka~Devon~Hafidz~Fari~Rifqi~Zaki~Akbar~Bintang~Farras~Adham~Razan~Haidar~Ajeng~Almas~Aura~Dhina~Fafa~Fania~Ferlyn~Mila~Nabila~Naila~Naja~Nasya~Nu~Qiqi~Ayu~Rani~Tsabita~Zeva~