RSS

Lelaki tak punya hati

09 Nov

Pagi itu saya sedang menyelesaikan administrasi kelas, tetiba ada seorang laki-laki setengah baya memanggil salah seorang murid. Dan iapun keluar menemuinya. Mungkin lelaki itu tak melihatku di pojok belakang kelas. Kuperhatikan gerak geriknya, curiga sesekali melirik keluar kelas. Tembok kelas yang terbuka banyak jendela membuatku lebih mudah mengamatinya. Mereka berdua terlihat sedang mengobrol serius. Ku tanya salah seorang murid di kelas, tentang siapa lelaki yang sedang bersama temannya itu. Namun tak satupun temannya tau. Hingga akhirnya terlihat adegan saling berpelukan dan muridku menangis tersedu dalam. Ku minta patner levelku keluar menanyakan. Ya menanyakan tentang muridku yang menangis itu, lelaki separuh baya itupun menjawab tidak apa-apa, hanya sedang kangen. Masih merasa aneh, akhirnya telponlah kita pada ibunya. Menanyakan apakah ayah muridku itu sedang ke sekolah, menemui anaknya. Katanya tidak, dan minta ciri-ciri orang yang menemui anaknya. Belum selesai kita telepon, ternyata lelaki itu sudah pergi tanpa pamit, muridku yang menangis tadi melanjutkan tangisnya di toilet sekolah. Berhubung telepon belum selesai, ku minta salah seorang temannya menyusulnya ke toilet yang tak jauh dari kelas. Tak sabar menanti dan telpon segera diakhiri dengan meminta sang ibu datang ke sekolah. Saat ku temui ia di toilet, terlihat ia sedang membersihkan mukanya dengan air, mencoba menutupi tangisnya. Hingga kupeluk ia, dan mendudukkannya di anak tangga depan toilet. Perlahan ku tanya dia, kenapa menangis. Ia jawab sabil menahan sedunya. Katanya ia kangen ayahnya, dan kulanjutkan pertanyaanku. Apakah tadi benar ayahnya, ia jawab iya dan melanjutkan tangisnya.

Ternyata sang ayah datang menemuinya, dan mengatakan padanya bahwa ia akan bercerai dengan ibunya dan sudah punya istri baru!!

Ayah macam apa itu, menghancurkan suasana paginya dengan berita macam itu di sekolah! (Umpatku). Mirisnya lagi, ia seorang dokter. Apakah dia tak berpikir pada kondisi psikologis anaknya. Heran seheran herannya..

Saat sang ibu datang, akhirnya dia menceritakan semuanya. Dan benar adanya, ayah ya sudah 5bulanan tak pulang. Pantas anaknya kangen sangat. Ntah bagaimana rasa dalam hati sang ibu. Tegarlah bu, kuatlah bu… Anak-anakmu sangat membutuhkanmu.

Terlepas apa penyebab dan persoalan perceraian mereka, saya tak suka cara sang ayah meng komunikasi kan nya pada anaknya.

Haiii para ayah yang tak punya hati, bisakah engkau sedikit saja punya nurani??

 
Leave a comment

Posted by on November 9, 2016 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: