RSS

Sepucuk surat dari yang [dulu] tak punya jam tangan

27 Oct

danboo

Terimakasih Puan, engkau masih mau menemaniku…

Ketika ku diam-diam menyapamu, aku tau kau berusaha keras mengusirku

Terimakasih Puan, engkau masih mau mendengarkanku…

Ketika ku mengigau tak henti-hentinya pada ingatmu

Terimakasih Puan, engkau belum jua membunuhku…

Ketika ku terus mengiba memintamu untuk tak pergi

 

Tentu bukan salah cinta yang mungkin nyaris buta

Atau ego yang kian meraja

Tak saling mengerti

Atau entah apa

 

Yang aku tau, engkau tak ingin berbalik arah

Meski tak nampak setapak jalanpun

Tersesat

Entah sampai kapan

 

#Untukmu puan, yang mungkin turut tersesat ditengah belantara

 
Leave a comment

Posted by on October 27, 2013 in goresan pena

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: