RSS

Yang [dulu] tak punya jam tangan

20 Jun

danbo_dandelionEngkau tau, bahwa yang [dulu] tak punya jam tangan masih saja merengek setiap kali senja. Tapi aku tak lagi mengizinkannya pergi kala senja, nanti saja menjelang tengah malam atau di sepertiga malam. Di suatu malam saat hening meraja, hanya ada aku dan yang [dulu] tak punya jam tangan. Aku berkata padanya, “engkau harus bertahan hidup dalam dua ruang yang sama luasnya”. Dua ruang dengan interior yang jauh berbeda. Ruang harapan dan ruang kekecewaan. Tetaaplah  bertahan hidup, meski kadang tuanmu kerap menyakitimu, tetaplah bertahan hidup meski mungkin engkau tak lagi dinanti di peraduan tuanmu, tetaplah bertahan dalam belantara perjalanan panjangmu.

Aku tau, bahwa yang [dulu] tak punya jam tangan mencoba mengerti tuannya. Menerima tuannya sepaket dengan segala tentangnya. Meski isaknya kerap ku dengar. Tapi pancaran kebahagiaan yang senantiasa ia hadirkan membuatku belajar untuk senantiasa berdamai dengan takdir.

Tuan, kalau mau pergi bilang dulu.. kalau engkau tak sanggup mengatakannya, biar aku yang akan membisikan kepergianmu pada yang [dulu] tak punya jam tangan.

 
2 Comments

Posted by on June 20, 2013 in goresan pena

 

2 responses to “Yang [dulu] tak punya jam tangan

  1. ismi alfi

    June 20, 2013 at 3:13 am

    tentang apa sih? jam tangan siapa?
    LOL

     
    • hawariyyun

      June 21, 2013 at 12:42 am

      hihiiii… jam tangan tak berjarum, tak berangka.. :’)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: