RSS

Ayo sembuuuh…

12 Nov

ImageIni tentang sakit akibat lalai diri

Muslim yang kuat lebih Allah cintai dari pada muslim yang lemah. Pastinya kalimat itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tau sih bahwa muslim yang kuat lebih Allah cintai dari pada muslim yang lemah. Tapi seringkali kita lalai. Bukan Allah itu diskriminatif pada muslim yang lemah, tapi coba kita pikirkan kembali. Gimana kita mau beribadah, gimana kita mau beramal kalau ngambil makan sendiri aja ngga bisa. Mau apa-apa dibantuin, bikin repot orang, bikin ibu sedih. Sholat aja jadi susah, baca Qur’an apalagi. Emang bener, yang namanya nikmat sehat itu sering dilupakan. Pas sehat aja, ngga inget rasanya pas radang tenggorokannya kambuh misalnya. Makan semau gue, pake acara lupa makan. Pake pembenaran, lebih baik telat dari pada tidak sama sekali -_-‘  makannya ngga kira-kira pula. Udah tau ngga boleh makan pedas, nekat. Belum lagi ditambah es nya[curhat.com].

Jadi inget jaman di kampus raya, suka bikin orang jadi suster dadakan, dibikinin inilah, dibeliin itulah belum lagi kalo make acara ngeyel ngga mau dibawa ke dokter. Hadeeew… [semoga amal kalian dapet balesan indah dari Allah ta’ala].

Kalo sakit kan siapa yang repot coba? Udah bikin repot orang lain, kerja amal juga terhambat, acara menjemput rezeki juga terhenti to. Naah, udah sekarang sadar deh.. jaga kesehatan, jangan mendzolimi diri sendiri. Ayo sembuuuh🙂

Kalo yang ini hakikat sakit dari kultwitnya Ustad Salim A.Fillah

Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit punya lebih banyak waktu tuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. Sakit itu jihad dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, diwajibkan tuk terus berikhtiar, berjuang bagi kesembuhannya. Sakit itu ilmu. Dalam menjalani pemeriksaan, kosultasi ke dokter, dirawat, dan berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.

Sakit itu nasihat. Yang sakit ingatkan si sehat tuk jaga diri. Yang sehat hibur si penderita agar bersabar. Allah cinta keduanya. Sakit itu silaturahim. Yang jarang datang di saat si bersangkutan sehat wal afiat, tiba-tiba menjenguk dengan senyum dan rindu mesra. Sakit itu perekat ukhuwah. Kawan lama yang tak bersua bertahun lamanya, tiba-tiba berjumpa di waktu membesuk kolega lainnya.

Sakit itu belajar. Berbaring setengah duduk memungkinkan tekun cerap ilmu tekun lewat buku, kalimat terucap, maupun gambar gerak sakit itu membaca, menulis, berkarya. Habiburrahman El Shirazy goreskan Ayat-Ayat Cinta saat terbaring patah kakinya. Sakit itu dijamin cinta Allah dalam sabarnya, sabar tetap beribadah, sabar tak bermaksiat, sabar tahan derita, sabar menunda capaian.

Naaah, yang lagi sakit, ayo sembuuuh, yang lagi sehat ayo bersyukur jangan lupa jaga kesehatan dan ngintetin yang lain  ^_^

 
Leave a comment

Posted by on November 12, 2012 in goresan pena

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: