RSS

Sabarlah dalam bersabar…

08 Nov

ImageTik..tok..tik..tok..tik..tok..
Detik jam itu terasa begitu lamban, ataukah hati ini yg didera ketidaksabaran? Semua menjadi sangat membosankan. Belum lagi hawa sesak terkadang mengampiri hati, perlahan menjadi panas membumi.

“Man Shabara Zhafira”

Mantra itu berkali-kali kuucapkan, barang siapa bersabar, dia beruntung. Tekanan suhu dalam kalbu tak pula kunjung mereda, innallaha ma’asshobirin mantra kedua, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar, sabaar datanglah padakuu [dimanakah sabar?]. Fiuuuh…. Tak mudah rupanya, meredakan gejolak hati yang terus menuntun diri menjadi super duper gelisah. Menanti’ itu penuh dengan ujian, menanti dosen tuk bimbingan skipsi misalnya, Udah janjian, nunggunya di ruangan lantai 3 pula, hati tak selalu cerah, tambah hujan, lapar pula.. eh tiba-tiba sang dosenpun membatalkan begitu saja [pengalaman]. haagh, alasan demi alasan tuk mengeluh begitu mudah keluar. Tapi menghadirkan sebutir kesabaran dalam tiap peluh terasa sangat berat. Atau saat badai dalam hati mendera, saat langkah terasa gontai, ujian hati terasa begitu susah bukan takaran c1, c2, c4 atau c5 [inget kuliah evaluasi pembelajaran] ujian ini terasa  tingkat c100 kali yaa, pokoknya super susahnya, andai saja bisa mangkir dari ujian ini, ya Allah… ujianMu ini begitu berat, turunin dong kualitasnya. Gleek, udah jelas-jelas ujian Allah itu suatu keniscayaan. Jangan harap seorang Ade Rai dibilang kuat kalo ngangkat beras 5kg aja ga kuat [btw kenapa bandingannya beras? :)] . lebih dari itu Allah sudah terang-terangan akan menguji hambaNya.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?” [QS.Al Ankabut:2].

Jadi, yang namanya hidup itu penuh ujian, masa mau gitu-gitu terus, masa mau kelas satu terus ngga pengin naik kelas po?

Naah, jangan harap bisa naik kelas kalo belum ngikutin ujian kenaikan kelas [btw UAS bentar lagi yak]🙂 , pun ketika ujian Allah datang untuk menguji keimanan kita, ia membawa hikmah, tinggal kitanya aja yang mau membaca kehidupan dan menjalani ujian itu dengan penuh kesabaran atau engga. Mau segitu teruskah kualitas keimanan kita? Rugi dong, kalo hari ini sama dengan hari kemarin.

Jadi sabar itu bukan hanya nama orang [lhoo..] sabar bukan berarti menyerah pada keadaan, sabar adalah menghadirkan kesejukan dalam cuaca yang panas. Sabar adalah suatu keputusan, bukan sifat. Apalagi emang udah musti disuruh sabar, ya sabar aja ngga usah pake tapi. Sabar adalah pilihan, maka sabarlah dalam bersabar.

#BelajarSabarMode : ON

 
12 Comments

Posted by on November 8, 2012 in goresan pena

 

12 responses to “Sabarlah dalam bersabar…

  1. ayip7miftah

    November 8, 2012 at 8:33 am

    agak diombang ambing, nih. membahas hal yg serius tetiba jadi candaan. tapi okelah!!
    by the way, istilah “tekanan suhu” itu apa ya?! soalnya di konsep fisika gak ada. ha ha ha..

     
    • hawariyyun

      November 8, 2012 at 8:42 am

      hihihiiii…tekanan udara yak, biarin ahhh….
      matur tengkyu gurunda hahahaa🙂

       
  2. Alex Pratama

    November 8, 2012 at 9:45 am

    Seperti halnya belajar sabar dari sebuah mutiara***..ia indah karena waktu, proses dan kesabaran yang membentuknya. Dulunya ia adalah debu-debu yang masuk dalam sebuah cangkang karang, lama kelamaan debu itu jadi banyak dan menggumpal dengan bentuk yang tak beraturan, untuk mengambilnya, harus melewati proses yang panjang, sulit dan melelahkan bahkan pengorbanan karena kita harus menyelam jauh ke dasar lautan. Kalaupun kita sudah mendapatkannya, kita butuh kesabaran untuk membentuknya dan menyepuhnya agar menjadi indah. Begitu juga dengan kita, untuk menjadi seorang muslim yang sejati dan bersinar layaknya mutiara itu. Kita butuh waktu yang lama, proses yang panjang dan melelahkan dan kesabaran kita untuk menjalani semua cobaan yang ada maka, Ikhlaskanlah!!! benar adanya bahwa Sabar adalah pilihan.. tinggal bagaimana mengelolanya… Man Shabara Zhafira “Barangsiapa bersabar akan beruntung” InsyaAllah Wa Innallahuma’anna

     
    • hawariyyun

      November 8, 2012 at 9:55 pm

      sabaaaaar, moga senantiasa terpatri dalam diri ini ^_^ tengkyu

       
  3. rama

    November 8, 2012 at 2:56 pm

    wah mang Ayip pake istilah “Tetiba” nih, barusan ane baca tuh soal meringkas kata berulang di kompas. kalau gitu ane pake “gegara”, hehe (reading and praktek)

    gegara menanti dilantai tiga, hati jadi resah, gelisah. oleh karena itu sesiapa yang sedang dalam ujian, maka sebaiknya ia bersabar

     
  4. Zen

    November 8, 2012 at 5:44 pm

    logam uranium (nuklir), meski ukurannya kecil, memiliki energi yg sangat besar. mengapa? karena ia berada pada tekanan yg luar biasa besar di dalam perut bumi, melibihi tekanan pada benda2 lainnya. so, semakin sabar, maka energi kita semakin besar.. it’s difficult but i’m sure you can!

     
    • ayip7miftah

      November 9, 2012 at 3:35 pm

      Rama: Jiahahaha Pertamax,Gan!
      Mas Zen: Soal uranium agak tersenggol nih. Iya po begitu? :S

       
      • Zen

        November 9, 2012 at 3:58 pm

        he, may be.. itu kata seseorang. sy belum mengkajinya scr scientific akh..

         
    • hawariyyun

      November 12, 2012 at 1:07 pm

      its better to be a small fish in a big pond, than a big fish in a small pond🙂

       
      • Zen

        May 2, 2013 at 3:54 am

        yup! super sekali..

         
      • hawariyyun

        May 2, 2013 at 4:42 am

        matur tengkyu gurunda.. :’)

         
      • Zen

        May 3, 2013 at 2:21 pm

        you’re sami-sami..🙂

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: