RSS

Idul adha, Lovely moment

08 Nov

“Riiin….bangun, ayo shalat subuh”, terdengar suara ibu sembari mengetuk lirih pintu kamarku.

“nggih Bu”, jawabku singkat.

Perlahan ku beranjak mengambil air wudhu, dan menunaikan shalat 2 raka’at bersama fajar yang kian menyingsing.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar

Laa ilahailallahu huwa Allahu akbar

Allahu akbar walillahil hamd

Sayup-sayup terdengar gema takbir dari  masjid ujung desa.

Hari ini hari raya kurban, Idul Adha. Pasca sholat subuh, semua penghuni rumah bersiap menunaikan shalat Ied. Mempersiapkan diri menyambut hari besar  ini. Tidak ketinggalan alan’ cucu pertama ibu yang ikut sibuk memilah dan memilih baju yang mau dikenakannya ke masjid. Anak kecil yang masih duduk di bangku TK ini ikut-ikutan meramaikan riuhnya pagi kami. Ngelihatnya bikin gemes, Ingat beberapa waktu yang lalu, kala ibunya memarahinya karena ngga mau makan malah lari-lari. Tau ibunya lagi marah, bukannya takut dan nurut makan malah perlahan mendekati ibunya seraya berkata.

“Ibu, laa taghdhob walakal jannah”, katanya innocent.

Kontan saja bikin kami semua tertawa. Orang lagi dimarahin kok malah berdalil, jann…

Cucu kesayangan ibu yang sebentar lagi milad ini memang lagi suka menghafalkan hadits-hadits pendek yang diajarkan di sekolahnya.

***

Ini adalah kali pertamaku sholat idul adha di rumah semenjak kuliah. Empat kali berturut-turut ku lewati sholat ied di Jogja. Bukan tanpa alasan, melewatkan sholat hari raya kurban di perantauan. Ada hal yang tidak bisa ku temukan disini ketika malam idul adha. Biasanya menjelang idul adha aktivitasku di kampus full. Malam idul adha ku habiskan takbir keliling bersama anak-anak TPA. Berhias lampion penuh rupa, warna-warni dan kereta yang membawa kami keliling kompleks dan mengitari daerah sekitar. Gema takbir para santri penuh keceriaan membawa kesejukan yang tak bisa diungkapkan.

“mba Rinda, ayo berangkat dah siang”, ajak Kris adik bungsuku.

“iyaaa…bentar lagi”, jawabku seraya melipat mukena yang mau dibawa.

Terlihat lukisan langit mendung bercahaya. Awan abu-abu diselimuti seberkas pancaran mentari yang menyatu dalam langit idul adha. Masjid masih terlihat lengang, baru ada tiga shaf di tempat shalat wanita. Jama’ah terus berdatangan hingga ketua panitia kurban mengumumkan smua hal tentang ibadah kurban dan ibadah haji tahun ini. Name by name mulai dibacakan siapa-siapa yang berkesempatan naik haji dan berkurban kali ini. endingnya ditutup dengan do’a bersama, do’a yang senantiasa kita panjatkan, semoga kita semua berkesempatan menunaikan ibadah haji dan berkurban selanjutnya.

Mengingatkan kembali pada isi dalam kemasan mimpiku, menginjakan kaki di tanah suci bersama keluarga, memenuhi panggilan Mu ya Rabb…berilah kesempatan pada kami…

Shalat ied 2 rakaat pun mulai, 7kali takbiratul ikhram diraka’at pertama dan 5kali takbiratul ikhram diraka’at kedua. Selanjutnya khutbah selepas shalat ied. Beranjak pada khutbah Idul adha, mengingatkan kembali pada satu kata #cinta.

Cinta yang hakiki tentunya, yang di dalamnya ada cinta yang lebih luas bahkan melebihi luasnya samudra. Sebenar-benar cinta, cinta pada Rabbul izzati.

Ada cinta dalam cinta. Ada cinta Ibrahim pada TuhanNya diatas cintanya pada buah hati tercinta, Ismail. Ismail pun demikian, Diatas cintanya pada sang ayah ada cinta pada Rabbnya. Tidak ketinggalan Siti Hajar, ibu mana yang merelakan buah hatinya akan disembelih oleh suaminya sendiri kalau bukan cinta pada Sang Penggenggam jiwa Allah Ta’ala.

Sungguh kisah yang luar biasa kekuatan sebuah cinta yang sebenar-benar cinta. cinta yang mulia, bahkan Iblis pun sampai kehilangan akal untuk membujuk dan menjerumuskan mereka hingga lemparan batu yang ia dapatkan.

Dan hebatnya figur seorang ayah dan sebagai seorang suami. Seorang anak tentu tidak akan percaya begitu saja, apabila ayahnya tiba-tiba mengatakan bahwa ia diperintah Allah untuk menyembelihnya, bahkan bisa jadi sang anak akan memaki ayahnya atau lebih tragis lagi justru ia akan membunuh lebih dahulu sang ayah sebelum dirinya disembelih (memangnya jaman sekarang). Tapi karena keimanan Ismail, dan berhasilnya Ibrahim menjadi sosok seorang ayah bagi Ismail, tidak ada sedikitpun terbesit keraguan pada Ayahnya. Sebagai seorang Ibu, Siti Hajar tentu saja akan berbuat apa saja demi buah hati tercintanya, bahkan ia akan rela berbuat apa saja demi anaknya. Tapi apa yang terjadi pada Siti Hajar, tatkala iblis mulai menghasutnya. Ia tetap yakin pada suaminya, ia percaya pada suaminya, lagi-lagi Ibrahim menjadi sosok yang tidak diragukan oleh sang istri.

Idul adha adalah momentum penuh cinta. Karena Qurban adalah tanda cinta, diambil dari arti qaraba yang berarti mendekat. Cinta adalah keanggunan memberi, begitu kata Mario Teguh, Love is giving, menomor duakan diri kata seorang saudara. Subhanallah, islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjadi insan yang mencintai saudaranya. Lewat moment idul adha kita belajar mencintai saudara kita, hingga kita merasakan nikmatnya berbagi.

***

Subhanallah… para jama’ah mulai melantunkan shalawat, berjalan, rapi beriringan menyalami saudaranya. Satu persatu ku tatap raut wajah mereka yang sebagian besar sudah mulai nampak renta. Ya Rabb… semoga kelak Engkau mempertemukan hamba dengan wajah-wajah ini dalam Jannah Mu.

Idul Adha 1432H

 
2 Comments

Posted by on November 8, 2011 in cawan inspirasi

 

2 responses to “Idul adha, Lovely moment

  1. kang adhan

    November 8, 2011 at 10:42 am

    Hahahaha….
    ————————-

    Keindahan CINTA diatas cinta (Ibrahim, isma’il, hajar)
    teriring doa dan salam buat mb yu dan keluarga.!

     
    • hawariyyun

      November 9, 2011 at 7:13 am

      ada Cinta dalam cinta🙂 smoga kita senatiasa dalam naungan cinta Nya. amiiin

      nggih, nanti sy sampaikan…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: