RSS

Indonesia dalam Jeratan IMF, Sampai Kapan?

07 Mar

Sungguh miris melihat kondisi bangsa Indonesia yang semakin terpuruk. Tingkat kepercayaan masyarakat kian menurun, mosi tidak percaya  mulai bermunculan dipermukaan, tindakan anti pati pada pemerintah kian tumbuh. Belum lagi harga beberapa bahan pokok yang melonjak tinggi. Kondisi politik, ekonomi dan hukum yang masih berada dalam titik buram semakin membuat negeri ini dalam kondisi “mengambang” hingga sebutan “floating state” sangat cocok untuk mewakili negeri ini.

Mau dibawa kemana bangsa ini, arah dan tujuan nya semakin tidak jelas. Amanat rakyat diabaikan, para elite nyaman dengan kaca mata kudanya. Tidak melihat penderitaan rakyat apalagi merasakannya.  Perubahan bangsa pasca Reformasi berjalan stagnan. Kekuatan besar reformasi tidak berdenyut lagi. Ibarat menumbangkan pohon hanya memotong di ujungnya saja, batang dan akar-akarnya masih dibiarkan begitu saja. Reformasi ini belum tuntas, masih banyak ranah-ranah yang harus diperbaiki. Totalitas dalam mereformasi bangsa ini nampaknya menjadi evaluasi besar bagi kita.

Bukannya meremehkan kekuatan reformasi yang telah dikumandangkan di negeri ini, akan tetapi bila melihat kondisi Indonesia sekarang ini, apa yang bisa kita banggakan dari sebuah momentum besar Reformasi. Jika ternyata kita telah masuk dalam jebakan internasional dengan nama IMF dan reformasi belum mampu menjebol ranah ini.  Hutang Indonesia sekarang kian menggunung, mengalahkan ukiran hutang pada rezim soekarno, soeharto hingga megawati. Hutang bangsa ini mencapai kisaran 2,5 juta triliyun rupiah. Sungguh angka yang fantastis. Melebihi hutang pada masa Orde Baru yang sangat di elu-elukan.

Dengan kondisi yang demikian,  bukan tanpa alasan Indonesia harus bangkit dari keterpurukan. Siapapun bisa pasti bisa, apabila semua permasalahan dilarikan ke IMF. IMF tidak ubahnya seperti lintah darat, akan tetapi hal bukan sesuatu hal yang mustahil Indonesia dapat tegak tanpa IMF. Thailand telah membuktikannya, bahkan dengan kondisi sumber daya alam yang tidak sebanyak Indonesia dalam kurun waktu 6 bulan mampu mengusir IMF dari negeri gajah putih tersebut. China dengan strategi ekonominya, keluar dari jeratan IMF. Bahkan negara mampu menanggung kesehatan dan pendidikan rakyatnya.

Bila menengok Indonesia, tentu bukan menjadi sesuatu yang mustahil, bumi pertiwi ini lepas dari jeratan tangan-tangan IMF. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah, butuh kesungguhan para abdi negara yang siap membawa bangsa ini ke arah perbaikan yang sesungguhnya. Bukan hanya ilusi belaka, tetapi kejelasan orientasi kebangkitan bangsa. Butuh komitmen tinggi para wakil rakyat, yang tidak hanya pandai berobral janji. Butuh pula totalitas dalam memperkuat negeri dan yang tidak kalah pentingnya adalah ruang persatuan yang kan menyatukan segenap kekuatan yang dimiliki. Kesatuan visi menjadi faktor penentu keberhasilan ini. Ini bukanlah kerja main-main, bila menginginkan bangsa ini bangkit dan maju, bangsa ini harus melepaskan diri dari jeratan IMF dan kroni-kroninya, kalau bukan sekarang kapan lagi?.

 
Leave a comment

Posted by on March 7, 2011 in artikel

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: