RSS

Koreksi Pembentukan Kabinet

11 Nov

Sabtu, 7 Nopember 2009 Suara karya

Untuk mewujudkan pemerintahan yang kuat, mandiri, dan profesional, memang seharusnya pembentukan kabinet didasarkan pada professionalism based government, bukan pada party based government. Keprofesionalanlah yang sangat diutamakan. Hak prerogatif menyusun kabinet memang berada di tangan presiden, namun perlu juga mendengarkan aspirasi dari rakyat terkait dengan kriteria para kandidat menteri. Apa pasalnya? Pada hakikatnya mereka yang berada di kursi kabinet adalah para ahli dan orang kepercayaan yang akan membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan selama lima tahun ke depan. Sedangkan presiden telah dipilih langsung oleh rakyat, sehingga menteri-menteri yang akan membantu presiden juga harus merupakan perwujudan aspirasi rakyat. Jadi, proses seleksi menteri tidak boleh asal-asalan dan jangan mendasarkan pada kepentingan pribadi atau kelompok. Sangat penting sekali memperhatikan kepribadian, kapasitas, dan keprofesionalan para calon menteri. Kandidat yang sudah memiliki cacat politik dan rekam jejak yang buruk dalam dunia perpolitikan negeri ini seharusnya tidak masuk dalam daftar, apalagi dengan alasan usaha untuk merehabilitasinya. Belum lagi sistem patron-client yang masih hangat dalam dunia perpolitikan saat ini. Hal-hal seperti itulah yang masih menjadi persoalan dalam mewujudkan sebuah kabinet yang ideal. Mungkin saja ideal itu sendiri adalah suatu hal yang relatif. Formasi kabinet boleh jadi ideal menurut presiden, tetapi belum tentu ideal menurut rakyatnya. Namun, alangkah ideal jika pemilihan menteri berdasarkan penilaian yang jelas dan sebagai gambaran aspirasi rakyat. Pastinya, bersihnya kabinet periode 2009-2014 dari politik kepentingan yang cenderung merusak kinerja kabinet menjadi impian bersama. Namun, apabila dalam proses pembentukannya tidak dikedepankan tingkat keprofesionalan, maka kabinet ini nantinya akan rapuh. Kabinet yang terbentuk seharusnya tidak semata-mata sebagai legitimasi presiden. Adanya pihak oposisi sebenarnya sangat berpengaruh dalam sistem pemerintahan yang akan berlangsung. Kontrol akan kinerja pemerintah senantiasa tercipta, sehingga sangat kecil kemungkinan adanya kongkalikong. Wallahu a’lam.
 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2009 in artikel

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: