RSS

dunia Kampus

EPISODE PEMILWA

Pemilwa dan Rekrutmen Politik Kampus

Kampus merupakan miniatur masyarakat. Kebutuhan akan pemimpin dalam masyarakat adalah suatu keniscayaan. Dalam tataran kehidupan kampuspun demikian, dibutuhkan stock holder yang memiliki kapasitas unggul dalam mengelola masyarakat kampus. Kini momentum pemilwa (pemilihan umum mahasiswa) siap digulirkan. Bulan Desember 2010 ini akan digelar hajatan politik kampus UNY. Seluruh civitas akademika memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam momentum ini. Sebuah moment yang sangat berharga bagi masyarakat kampus UNY. Pemilwa ini bukanlah semata-mata pesta demokrasi kampus. Akan tetapi Pemilwa merupakan agenda rekrutmen politik kampus yang di dalamnya sarat akan pendidikan politik. Tidak hanya itu saja, pemilwa juga merupakan sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasi aspirasi dan kepentingan masyarakat kampus.

UNY sebagai kampus pendidikan nampaknya masih lemah dalam hal pendidikan politik. Hal ini dibuktikan dengan animo mahasiswa yang masih rendah dalam momentum pemilwa. Pada tahun-tahun sebelumnya tidak banyak mahasiswa yang terlibat dalam rekrutmen politik kampus. Baik dalam hal dipilih/memilih maupun berperan aktif dalam proses pemilwa. Tentu saja hal ini erat kaitannya dengan budaya politik yang dimiliki tiap pribadi mahasiswa. Padahal, penting sekiranya seorang mahasiswa memiliki partisipasi politik kampus yang tinggi sebagai sarana edukasi sebelum terjun pada  lingkungan masyarakat yang sesungguhnya. Sangat di sayangkan apabila, mahasiswa gagap dalam urusan politik kampus padahal mahasiswa identik sebagai kaum intelektual. Tidak heran melihat kondisi masyarakat bangsa Indonesia yang cenderung apatis, melihat para generasi mudanya  (mahasiswa) saja bersikap apatis dalam kehidupan kampus. Oleh karena itu, kampus sebagai mesin pencetak generasi penerus bangsa harus menjadi medan tempaan mahasiswa agar menjadi sebenar-benar agent of change yang akan membawa perubahan besar pada bangsa ini.

Melalui pemilwa inilah, arah pembangunan kampus pendidikan UNY kedepan akan ditentukan. Dimana agenda rekrutmen politik kampus ini akan menentukan siapa-siapa yang akan memegang peran besar bagi kemajuan kampus. Tentu saja kita mengharapkan seorang pemimpin yang amanah, memiliki visi dan misi yang jelas, bukan sekedar orientasi pragmatis. Seorang pemimpin yang berkarakter kuat, memiliki intelektualitas yang tinggi dan berkepribadian baik.

Sosialisasi Politik Kampus

Rekrutmen politik kampus tidak bisa dipisahkan dengan budaya politik yang dimiliki mahasiswa. Demikian halnya dengan budaya politik mahasiswa yang erat kaitannya dengan sosialisasi politik kampus. Dalam upaya pembangunan budaya politik kampus, sosialisasi politik kampus sangat penting. Karena sosialisasi politik kampus dapat membentuk dan mentransmisikan budaya politik mahasiswa. Bagaimana mengajak dan membuat para mahasiswa untuk memiliki budaya politik. budaya politik yang seperti apakah? Tentu saja budaya politik partisipan, dimana seluruh civitas akademik kampus berpartisipasi aktif dalam agenda rekrutmen politik kampus.  Sosialisasi politik kampus ini membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Adapun agen sosialisasi politik kampus yang utama menurut penulis : pertama, mahasiswa yaitu para aktivis mahasiswa yang berperan aktif dalam organisasi kampus, baik dalam tingkat jurusan maupun tingkat universitas. kedua, Dosen yakni para dosen terutama dosen mata kuliah dasar-dasar ilmu politik dan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Ketiga, Media kampus yakni media-media kampus yang sarat dengan pendidikan politik. Bersama semangat pemilwa 2010, kita wujudkan terciptanya pemilu kampus yang bersih dan tertib. Selamat menuntaskan perubahan!!!

 

Pemilwa dan Karakter Politik

Hajatan demokrasi kampus (baca:pemilwa) telah digelar (16/12). Proses pembangunan demokrasi kampus telah berjalan. Pemilwa sebagai ajang pendidikan politik (political education) nampaknya menjadi langkah cerdas UNY sebagai lembaga pendidikan dalam mengambil peran sebagai agen sosialisasi politik dalam taraf sistem politik Indonesia. Partisipasi mahasiswa dalam proses demokratisasi kampus ini menjadi pengalaman yang berharga. Pengalaman politik (political experience) yang didapatkan di kampus menjadi gambaran mikro bagaimana dunia perpolitikan yang sebenarnya.

Melalui Pemilwa ini, diharapkan dapat diciptakan pemerintahan yang representatif (representative goverment). Dimana pemilwa ini sebagai mekanisme penyeleksian dan pendelegasian orang atau partai yang dipercaya oleh rakyat kampus. Tentu saja prosesi pemilwa ini tidak lepas dari sarana pendidikan politik bagi mahasiswa.

Pendidikan politik diarahkan untuk membentuk kepribadian demokrasi. Tidak ada kesadaran politik tanpa kepribadian politik, bahwa jenis dan tingkat partisipasi politik dipengaruhi oleh budaya politik yang dimiliki mahasiswa yang kemudian membentuk  kepribadian politik. Begitu pula dengan pemilwa yang digelar di kampus pendidikan ini. Melalui pemilwa, karakter politik mahasiswa mulai terbentuk.

Pemilwa kampus menjadi ruang pembentukan karakter politik seseorang.  Mahasiswa melalui partisipasi politik dalam pemilwa telah melalui fase penting dalam pembentukan karakter politik dirinya. Karakter politik ini dapat dilihat dari bagaimana peran sertanya dalam menyukseskan Pemilwa UNY. Bagaimana perilaku dan sikapnya selama proses pemilwa berlangsung.

Dalam proses pembentukan karater politik ini, tidak lepas dari proses belajar politik yang  bersifat dialogis, terbuka, rasional atau penyadaran mahasiswa. Pada intinya pendidikan politik melalui pemilwa yang berlangsung di kampus ikut andil dalam pembentukan karakter politik mahasiswa. Bahwasanya karakter politik mahasiswa yang terbentuk dikampus menjadi tunas karakter politiknya ketika terjun dalam ranah politik yang sebenarnya di kehidupan pasca kampus. Sehingga fase-fase selama pemilwa menjadi pelajaran politik yang berharga. Meng up grade kapasitas politik sebagai bekal menjadi agen perubahan bangsa.

Terimakasih pada segenap warga kampus yang telah berpartisipasi dalam Pemilwa UNY 2010. Bersama kita bangun demokratisasi kampus, menuju kehidupan kampus yang lebih baik.

 

Hajatan demokrasi kampus (baca:pemilwa) telah digelar (16/12). Proses pembangunan demokrasi kampus telah berjalan. Pemilwa sebagai ajang pendidikan politik (political education) nampaknya menjadi langkah cerdas UNY sebagai lembaga pendidikan dalam mengambil peran sebagai agen sosialisasi politik dalam taraf sistem politik Indonesia. Partisipasi mahasiswa dalam proses demokratisasi kampus ini menjadi pengalaman yang berharga. Pengalaman politik (political experience) yang didapatkan di kampus menjadi gambaran mikro bagaimana dunia perpolitikan yang sebenarnya.

Melalui Pemilwa ini, diharapkan dapat diciptakan pemerintahan yang representatif (representative goverment). Dimana pemilwa ini sebagai mekanisme penyeleksian dan pendelegasian orang atau partai yang dipercaya oleh rakyat kampus. Tentu saja prosesi pemilwa ini tidak lepas dari sarana pendidikan politik bagi mahasiswa.

Pendidikan politik diarahkan untuk membentuk kepribadian demokrasi. Tidak ada kesadaran politik tanpa kepribadian politik, bahwa jenis dan tingkat partisipasi politik dipengaruhi oleh budaya politik yang dimiliki mahasiswa yang kemudian membentuk  kepribadian politik. Begitu pula dengan pemilwa yang digelar di kampus pendidikan ini. Melalui pemilwa, karakter politik mahasiswa mulai terbentuk.

Pemilwa kampus menjadi ruang pembentukan karakter politik seseorang.  Mahasiswa melalui partisipasi politik dalam pemilwa telah melalui fase penting dalam pembentukan karakter politik dirinya. Karakter politik ini dapat dilihat dari bagaimana peran sertanya dalam menyukseskan Pemilwa UNY. Bagaimana perilaku dan sikapnya selama proses pemilwa berlangsung.

Dalam proses pembentukan karater politik ini, tidak lepas dari proses belajar politik yang  bersifat dialogis, terbuka, rasional atau penyadaran mahasiswa. Pada intinya pendidikan politik melalui pemilwa yang berlangsung di kampus ikut andil dalam pembentukan karakter politik mahasiswa. Bahwasanya karakter politik mahasiswa yang terbentuk dikampus menjadi tunas karakter politiknya ketika terjun dalam ranah politik yang sebenarnya di kehidupan pasca kampus. Sehingga fase-fase selama pemilwa menjadi pelajaran politik yang berharga. Meng up grade kapasitas politik sebagai bekal menjadi agen perubahan bangsa.

Terimakasih pada segenap warga kampus yang telah berpartisipasi dalam Pemilwa UNY 2010. Bersama kita bangun demokratisasi kampus, menuju kehidupan kampus yang lebih baik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: